Posted by: aldyno283 | February 23, 2010

Mengenal Atresia Bilier

Belakangan ini kita sering mendengar berita tentang banyaknya kasus-kasus balita yang terjangkit penyakit kelainan fungsi pada organ hati atau bahasa medisnya adalah Atresia Bilier, seperti Bilqis Anindya Passa dan Ichsanul Fikri yang akhirnya  meninggal dunia beberapa hari yang lalu. Lantas, apa itu Atresia Bilier? Ya, tentu banyak dari kita yang masih awam dan belum tahu banyak tentang penyakit yang boleh dikatakan jarang dan langka ini. Berikut ini saya akan mencoba memberikan sedikit ulasan tentang Atresia Bilier atau penyakit kelainan fungsi pada organ hati ini.

Definisi

Atresia Bilier adalah suatu keadaan dimana saluran empedu tidak terbentuk atau tidak berkembang secara normal. Fungsi dari sistem empedu adalah membuang limbah metabolik dari hati dan mengangkut garam empedu yang diperlukan untuk mencerna lemak di dalam usus halus. Pada atresia bilier terjadi penyumbatan aliran empedu dari hati ke kandung empedu. Hal ini bisa menyebabkan kerusakan hati dan sirosis hati, yang jika tidak diobati bisa berakibat fatal.

Penyebab

Atresia bilier terjadi karena adanya perkembangan abnormal dari saluran empedu di dalam maupun diluar hati. Tetapi penyebab terjadinya gangguan perkembangan saluran empedu ini tidak diketahui. Atresia bilier ditemukan pada 1 dari 15.000 kelahiran.

Gejala

Gejala biasanya timbul dalam waktu 2 minggu setelah lahir, yaitu berupa:
– air kemih bayi berwarna gelap
– tinja berwarna pucat
– kulit berwarna kuning
– berat badan tidak bertambah atau penambahan berat badan berlangsung lambat
– hati membesar.

Pada saat usia bayi mencapai 2-3 bulan, akan timbul gejala berikut:
– gangguan pertumbuhan
– gatal-gatal
– rewel
– tekanan darah tinggi pada vena porta (pembuluh darah yang mengangkut darah dari lambung, usus dan limpa ke hati).

Diagnosa

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
Pada pemeriksaan perut, hati teraba membesar.

Pemeriksaan yang biasa dilakukan:

– Pemeriksaan darah (terdapat peningkatan kadar bilirubin)

– USG perut

– Rontgen perut (tampak hati membesar)

Kolangiogram

Biopsi hati

Laparotomi (biasanya dilakukan sebelum bayi berumur 2 bulan).

Pengobatan

Prosedur yang terbaik adalah mengganti saluran empedu yang mengalirkan empedu ke usus. Tetapi prosedur ini hanya mungkin dilakukan pada 5-10% penderita.  Untuk melompati atresia bilier dan langsung menghubungkan hati dengan usus halus, dilakukan pembedahan yang disebut prosedur Kasai. Pembedahan akan berhasil jika dilakukan sebelum bayi berusia 8 minggu. Biasanya pembedahan ini hanya merupakan pengobatan sementara dan pada akhirnya perlu dilakukan pencangkokan hati.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: