Posted by: aldyno283 | February 28, 2010

Pakar Digital Forensik Di Indonesia Belum Memadai

Belakangan ini publik sering mendengar istilah Digital Forensik atau Komputer Forensik yang dimana istilah ini mencuat setelah adanya kasus pembobolan ATM (Automatic Teller Machine) pada salah satu bank swasta terkemuka di Denpasar Bali. Sebenarnya apa itu digital forensik? Seperti biasa, sebelumnya saya akan mengulas sedikit tentang  digital forensik.

Menurut sumber Wikipedia, digital forensik adalah salah satu cabang ilmu forensik yang berkaitan dengan bukti legal yang ditemui pada komputer dan media penyimpanan digital. Tujuan dari komputer forensik adalah untuk menjabarkan keadaan kini dari suatu artefak digital. Istilah artefak digital bisa mencakup sebuah sistem komputer, media penyimpanan (seperti flash disk, hard disk, atau CD-ROM), sebuah dokumen elektronik (misalnya sebuah pesan email atau gambar JPEG), atau bahkan sederetan paket yang berpindah dalam jaringan komputer. Lalu definisi menurut Analis Digital Forensik Ruby Alamsyah, digital forensik itu turunan dari disiplin ilmu teknologi informasi (information technology/IT) di ilmu komputer, terutama dari ilmu IT security. Kata forensik itu sendiri secara umum artinya membawa ke pengadilan. Digital forensik atau kadang disebut komputer forensik yaitu ilmu yang menganalisa barang bukti digital sehingga dapat dipertanggungjawabkan di pengadilan.

Setelah mendapatkan definisi digital forensik menurut sumber yang akurat, maka kembali ke tema mengenai “ Sistem Informasi Dan Penegakkan Hukum Di Indonesia” bahwa dengan adanya digital forensik, tentu akan sangat membantu untuk penegakkan hukum di Indonesia. Dengan adanya digital forensik, semua tindak kejahatan komputer akan dapat terlacak dan terungkap.

Di Kepolisian Republik Indonesia, ahli digital forensik seperti ini dikenal dengan istilah CSI (Crime Scene Investigator). Namun orang sipil biasa pun bisa menekuni profesi ahli digital forensik ini. Dengan berbekal latar belakang pendidikan ilmu komputer dan mengantongi beberapa serftifikat dari lembaga internasional yang memberikan layanan jasa sertifikasi digital forensik, siapa pun bisa menjadi digital forensik analyst yang bekerja secara professional.

Namun sayang, di Indonesia sangat jarang atau bahkan sangat langka sekali orang-orang yang memiliki keahlian ini. Khususnya para pakar yang telah mendapat sertifikasi internasional untuk bidang digital forensik ini. Sebut saja pakar digital forensik Ruby Alamsyah, hanya beliau yang tercatat menjadi anggota di High Technology Crime Investigation Association (HTCIA), yang salah satu job nya melakukan profesi forensik digital. Sungguh amat disayangkan, Indonesia yang jumlah penduduknya telah mencapai 220 juta orang lebih ini masih sangat kekurangan ahli digital forensik.


Responses

  1. nanti gw no, setelah mas ruby….yang masuk di HTCIA

    • iya, amin.. saya doakan…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: