Posted by: aldyno283 | June 10, 2010

Penggunaan Physical Layer Dalam Standar OSI

Physical layer menggerakkan arus bit (sinyal) dari satu titik ke titik lain melintas melalui penghantar, dalam hal ini kabel network, mulai dari transmitter (perangkat yang mengirimkan sinyal) dan berhenti pada receiver (perangkat yang menerima sinyal). Sebagai contoh, ketika kita melakukan percakapan dengan orang lain via telepon, mulut kita adalah bagian dari transmitter dan telinga orang lain itu berfungsi sebagai receiver. Sinyal dapat berupa impulse listrik saat dihantarkan via tembaga, berupa cahaya jika dihantarkan oleh kabel fiber-optic, atau berupa sinyal radio saat dihantarkan oleh udara.

Physical layer terdiri dari :

  • Signal: Data yang dihantarkan berada dalam bentuk bit-bit (1 dan 0), yang kemudian di konversi kedalam impulse listrik (gelombang sinus), sinyal radio, atau denyutan cahaya.
  • Hardware: Transmitter, receiver, repeater, regenerator, atau hub.
  • Media: Coaxial (coax), fiber-optic, atau kabel tembaga/copper (shielded dan unshielded twisted-pair); dan udara bagi sinyal wireless.

–          Signal

Sinyal, berkaitan dengan pengkabelan, adalah informasi-informasi yang dikirimkan melintasi medium dalam bentuk elektronik atau optik (light/cahaya).

Ada 2 tipe sinyal elektronik : analog dan digital. Sinyal analog digambarkan sebagai gelombang berkelanjutan, sedangkan sinyal digital terdiri dari nilai-nilai yang diukur pada interval diskrete, atau gelombang bujur sangkar.

Kita mengalami kehidupan sehari-hari dalam mode analog, penglihatan adalah analog karena kita merasakan gradasi bentuk dan warna tanpa batas. Sebuah pidato juga merupakan analog karena terdapat variasi nada tak terbatas yang membentuk suara yang kita dengar. Gambar berikut menunjukkan bahwa analog mengalir dengan bebas sedangkan digital mengalir secara presisi.

–          Hardware

Transmitter adalah perangkat yang mengirimkan sinyal, receiver adalah perangkat yang menerima sinyal, sedangkan repeater adalah perangkat network yang digunakan untuk mengkopi dan memperkuat sinyal dalam perjalanan antara transmitter dan receiver. Repeater digunakan dalam sistem transmisi untuk memperbarui sinyal analog atau digital yang terdistorsi karena hilangnya data saat transmisi. Repeater analog memperkuat sinyal, sedangkan repeater digital merekonstruksi sinyal dengan kualitas yang mendekati aslinya. Seperti yang ditunjukkan pada gambar dibawah, repeater analog dan digital selain memperkuat sinyal juga sekaligus memperkuat gangguan (noise) yang ada. Regenerator memperkuat sinyal tanpa meningkatkan gangguan (noise). Tetapi, implementasi regenerator jauh lebih mahal daripada repeater. Repeater dan regenerator dapat digunakan untuk sinyal elektronik, optik dan wireless, dan digunakan dalam transmisi jarak jauh. Repeater digunakan untuk menghubungkan LAN-LAN yang bertipe sama, misal ethernet LAN dengan ethernet LAN.

Hub juga digunakan untuk menghubungkan LAN kecil dengan jumlah perangkat yang umumnya tidak lebih dari 24 mesin. Hub adalah repeater dengan port yang lebih banyak, dan saat frame tiba pada salah satu port, frame tersebut akan dikirim ulang (repeated) ke semua port lainnya sehingga semua segment LAN dapat menerima frame.

–          Media

Medium network menyediakan koneksi fisik dari pengirim (sender) kepada penerima (receiver. Udara adalah medium yang digunakan dalam komunikasi wireless, dan kabel adalah medium yang dipakai pada komunikasi wireline (non-wireless). Saat ini ada 3 tipe kabel network yang digunakan :

  • Kabel Twisted-pair, seperti yang ditunjukkan pada gambar dibawah, ada 2 jenis kabel ini : unshielded twisted-pair (UTP) dan shielded twisted-pair (STP).
    • UTP adalah tipe kabel yang populer yang terbuat dari dua kawat tak terlindung (unshielded) yang dililitkan satu sama lain. Karena harganya yang murah, kabel UTP banyak dipakai pada sambungan LAN dan telepon. Kabel UTP tidak menyediakan bandwidth yang besar atau perlindungan dari electromagnetic interference (EMI) seperti yang ditawarkan oleh kabel coaxial atau fiber-optic.
    • STP adalah salah satu tipe kawat tembaga telepon yang didalamnya terdapat 2 kawat yang saling dililitkan dan dibungkus dengan lapisan pelindung. Pembungkusan pada STP melindungi transmisi dari EMI yang dapat menyebabkan penurunan atau hilangnya sinyal.
  • Kabel Coaxial seperti pada gambar dibawah ini adalah salah satu tipe kabel yang menghantarkan impulse listrik dan terbuat dari kabel di tengah-tengah yang dikelilingi oleh suatu pelapis dan sebuah konduktor. Pelapis ini meminimalisir EMI dan RFI dan merupakan tipe kabel utama yang digunakan dalam industri tv kabel (CATV).
  • Kabel Fiber-optic adalah tipe kabel yang menggunakan kaca atau fiber untuk mentransmisikan data. Seperti pada gambar, kabel fiber-optic terdiri dari bundelan benang-benang kaca, yang masing-masing mentransmisikan data via gelombang cahaya. Kaca ini dibungkus dengan pelapis dan mantel, dan diperkuat dengan memperkuat fiber dan membungkusnya dalam sampul kabel.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: