Posted by: aldyno283 | October 19, 2010

Telematika

pa itu telematika? Mendengar istilah telematika mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita. Atau bahkan jika mendengar istilah tersebut otak kita langsung tertuju pada satu nama. Hahaha… Tapi terlepas dari semua itu, berdasarkan hasil searching di mbah google ada banyak banget pengertiannya yang rata2 bisa dibilang hampir sama alias mirip. Menurut hasil rujukan dari Wikipedia, dimana definisi Telematika adalah “singkatan dari Telekomunikasi dan Informatika sebagai wujud dari perpaduan konsep komputasi dan komunikasi.” Dan arti dari Telekomunikasi itu sendiri adalah adalah teknik pengiriman atau penyampaian informasi, dari suatu tempat ke tempat lain. Sedangakan Informatika adalah kumpulan disiplin sains dan rekayasa yang secara khusus menangani masalah transformasi atau pengolahan fakta berlambang (data atau informasi) dengan menggunakan fasilitas mesin otomatika (komputer). Tetapi penulis mendapat referensi lain mengenai definsi telematika, yakni “Telematika adalah sebuah jurusan ilmu campuran antara telepati dan telekomunimatematika. Yaitu ilmu yang mempelajari cara memasukan atau meyakinkan orang lain tentang suatu ide/hal dengan cara telepati melalui bahasa-bahasa yang menjurus ke telekomunikasi dan matematika untuk menyatakan bahwa hal tersebut asli atau sebuah rekayasa”.

Istilah Telematika sering digunakan untuk beberapa macam bidang, contohnya adalah:

  • Integrasi antara sistem telekomunikasi  dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.

Contonya yaitu:  e-business, e-commerce, e-government, e-health, e-education dan lain-lain

  • Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology).

Pendayagunaan ICT pada masa sekarang ini sudah dapat dikatakan maju. Bisa kita ambil contoh, misalnya saja sekarang ini penerapan telematika pada lingkungan pemerintahan. Dengan adanya internet sebagai media informasi dan komunikasi dapat menciptakan aplikasi e-government yang mana dapat memudahkan dalam hal administrasi dan pelayanan publik. Sekarang masyarakat tidak perlu dibuat khawatir lagi dengan system pelayan publik yang konvensional dan terkesan ribet dan amburadul. Dengan adanya e-government pelayan publik seperti registrasi kependudukan, termasuk Kartu Tanda Penduduk Nasional (KTP), Surat Izin Mengemudi (SIM), dan paspor menjadi lebih efisien.

Lalu contoh lain penerapan telematika pada dunia bisnis atau lebih dikenal dengan istilah e-business. Di jaman serba digital sekarang ini, e-business sangat berperan penting bagi para pebisnis dalam kelancaran bisnis mereka.

Berikutnya contoh lain penerapan telematika yaitu pada dunia trading alias perdagangan. Penggunaan internet sebagai media informasi dan telekomunikasi sekarang ini kian pesat. Masyarakat kini tak canggung lagi menggunakan media internet untuk bertransaksi jual-beli. Dengan adanya e-commerce ini, sangat memudahkan kita sebagai konsumen atau sebagai penjual untuk bertransaksi meski tidak bertatap muka langsung. Hadirnya e-commerce secara tak langsung membawa kita ke peradaban modern. Kini kita sebagai kaum urban yang hidup di kota Metropolitan yang semrawut dan penuh dengan hiruk pikuk kegiatan bisnis sangat jarang mempunyai waktu luang untuk berbelanja. Tetapi dengan e-commerce kegiatan itu pun kini sangat mungkin terjadi.

Selanjutnya adalah contoh penerapan telematika pada dunia pendidikan. Pada zaman globalisasi seperti ini, pola penyampaian materi pelajaran pada siswa kini tidak lagi dengan metode yang konvensional. Sekarang semakin banyak sekolah-sekolah dan perguruan tinggi yang menerapkan e-education atau e-learning pada lembaganya. Dengan penerapan e-education atau e-learning ini, dapat memberi bekal dan mempersiapkan para siswa untuk siap menghadapi tantangan zaman yang semakin hari semakin maju.

Demikian di atas adalah beberapa contoh penerapan telematika dalam berbagai bidang. Kini mari kita bahas telematika sebagai bagian dari ilmu pengetahuan. Perkembangan zaman yang diiringi dengan perkembangan teknologi informasi yang pesat, dapat menimbulkan dampak positif dan juga negatif. Imbas negatif dari perkembangan zaman ini lebih cenderung  mengarah kepada pelanggaran pidana. Untuk itu, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang khusus mengatur kejahatan di dunia maya (cybercrime) dibuat. Berdasarkan dinamika di atas, maka muncul lah cabang ilmu Komputer Forensik.

Komputer forensik adalah salah satu cabang ilmu forensik yang berkaitan dengan bukti legal yang ditemui pada komputer dan media penyimpanan digital. Komputer forensik dapat diartikan sebagai pengumpulan dan analisis data dari berbagai sumber daya komputer yang layak yang nantinya akan diajukan dalam sidang pengadilan.

Komputer forensik tidak hanya digunakan untuk menangani kasus kriminal yang melibatkan hukum, tetapi dapat juga dimanfaatkan untuk keperluan rekonstruksi perkara insiden keamanan komputer, upaya pemulihan kerusakan sistem, pemecahan masalah yang melibatkan hardware ataupun software, dan dalam memahami sistem atau berbagai perangkat digital agar mudah dimengerti.

Komputer forensik dapat dispesifikasikan menjadi beberapa bagian, seperti disk forensic, system forensic, network forensic dan internet forensic. Berdasarkan hal tersebut, baru-baru ini salah satu produsen notebook terbesar di dunia “DELL” memperkenalkan solusi layanan keamanan Digital Forensik yang dapat mempercepat pemeriksaan bukti-bukti digital dalam perkara hukum.

Solusi itu dilatar belakangi oleh tingginya tingkat kejahatan yang meninggalkan bukti-bukti digital dan bukti diigital itu kerap sekali menjadi kendala bagi aparat penegak hukum untuk dianalisa secara cepat dan akurat. Ponsel, komputer dan perangkat elektronik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan pelaku tindak pidana, ini berarti penyidik dituntut untuk menganalisa alat bukti digital itu dengan tepat serta akurat.

Layanan baru ini menjalankan tool-tool forensik sebagai ring-fenced sessions yang aman pada saat analisis, melindungi mereka dari efek malicious code dan kasus-kasus yang sudah selesai akan tersimpan dalam data centre juga dilengkapi oleh sistem back up, recovery, dan pengarsipan yang dapat menggandakan data jika terjadi kecelakaan pada data centre. Solusi ini tidak hanya untuk polisi dan badan intelijen tapi perusahaan corporate juga dapat menggunakan solusi ini.

Setelah kita mengetahui segala seluk beluk dunia telematika, mungkin diantara anda ada yang berkeinginan untuk menjadi pakar telematika? Ternyata ada loh lembaga yang khusus mensertifikasi keahlian dalam bidang telekomunikasi, multimedia dan informatika untuk dapat memiliki sertifikat kompetensi dalam profesinya. Jadi sekarang profesi di bidang telematika sudah berstandar kompetensi kerja nasional. Apalagi jika anda menjadi seorang pakar telematika, pokoknya kalau menjadi seorang pakar telematika maka anda akan sering muncul di tivi-tivi dan bersandingan dengan artis-artis. Tugas anda sebagai seorang pakar telematika adalah menyatakan asli atau rekayasa. That’s it! Seperti layaknya hakim bicara bersalah atau tidak bersalah. Sebuah autoritas yang besar dan hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang mempunyai keahlian dan kehandalan khusus. Hanya sedikit saja orang yang bisa melihat sebuah file itu asli atau rekayasa. Jadi bagaimana tertarik jadi pakar telematika ?

Caranya gampang kok, mengutip artikel MBDC (Males Banget Dot Com) telah menguraikan satu per satu segala hal yang kamu butuhkan untuk menjadi seorang ahli telematika di Indonesia. Tidak terlalu susah, hanya perlu ketekunan dan giat berlatih saja. Silahkan dicoba…

1. Tumbuhin Kumis

Ini yang paling penting. Tanpa kumis kamu tidak akan pernah terlihat seperti seorang ahli telematika. Enggak tau kenapa, tapi yang pasti bener. Kumis dengan ketebalan menengah dan potongan rapih menurun kebawah 25 derajat.

Supaya lebih mudah kamu menceritakan ke tukang cukur kumis kamu, lihat gambar dibawah ini yang MBDC ambil dari thebeerbarrel.net

Coba yang model major atau yang model business man.

2. Pakai jas selalu, alias suited up!

Inget kan kata Barney Stinson… Suit up! Kemana-mana pakai jas, ini yang akan membuat kami terlihat seperti ‘pakar’. Terutama kalau sedang mengadakan press conference dengan wartawan dimana akan ditonton sejuta umat di Indonesia. Kalau cuma pakai t shirt dan jeans doang, terlihat seperti amatir.

3. Dasi 2.0

Ini adalah dasi yang memiliki motif nuansa elektronik millenium masa depan 2.0. Dalam pilihan fashion juga harus selaras dengan ke telematikaan kamu.

Ini adalah contoh dasi elektronik. Gambarnya rangkaian listrik dengan berbagai sirkuit elektronik.

Nah kalau yang ini ceritanya kaya pemberontak gitu. Dijaman yang serba wireless alias nirkabel ini, dasi ini malah bergambar kabel. Kabel internet. Ini seperti kaya kamu nonton konser Persib tapi pake baju Jak Mania. Melawan kenyamanan di dunia konektivitas web ini. Punkers 2.0!


Apalagi yang bisa kamu pakai untuk menyatukan sifat kepahlawanan dan dunia telematika internet? Dasi bergambar sarang laba-laba. Disatu sisi menggambarkan sifat heroik seorang Spiderman, di sisi lain menggambarkan dunia maya tempat dimana kamu bekerja ini seperti sarang laba-laba, world wide web. Tempat yang buas dan siap dihantam oleh siapapun kalau kamu tidak lincah.

3. Gadget yang digunakan

Cukup 1 laptop, 1 nokia, 1 blackberry dan 4 terra portable harddisk.

Untuk memudahkan kamu dalam mencari data-data, jangan lupa file didalem harddisknya kamu kategorikan dalam kelompok: artis, pejabat, 3gp, pic, asli, rekayasa.

4. Afal Film Bokep yang beredar

Supaya orang lain bahwa kamu adalah seorang pakar telematika, kuasailah khasanah peredaran file video dan gambar nasional, terutama yang porno-porno. Lalu tanyakan dirimu pertanyaan dibawah ini:

  1. Direkam pada tanggal berapa video/foto tersebut?
  2. Alat yang digunakan, seperti kamera jenis apa?
  3. Ada berapa orang pelaku di dalam video/foto tersebut?
  4. Apakah video tersebut diambil oleh pihak lain secara diam-diam atau secara sadar oleh pelakunya?
  5. Tanda-tanda yang bisa terlihat, seperti tato, tahi lalat, bekas luka, bentuk mata, ukurang panjang, dll.

Kalo kamu sudah bisa menjawab 5 pertanyaan di atas dengan benar maka kamu telah qualified menjadi pakar telematika.

4. 68% adalah angka keramat.

Kamu tahu kan kalau orang-orang punya angka keramat. Kaya orang Tiongkok bisanya angka 9 atau 8. Atau menghindari angka 13, dsbnya. Unsur-unsur klenik tersebut bisa juga dimasukkan dan jadi senjata rahasia yang bisa berguna setiap saat. Apabila kamu ingin bicara statistik tapi kamu tidak tahu data aslinya seperti apa, sebut aja angka 68%. Orang akan langsung percaya.

Ada apa dengan angka 68% itu sebenarnya?

Karena angka tersebut menunjukan pembagian yang lebih dari setengah alias 50% dari suatu hal dengan dilebihkan dikit yaitu sebanyak 18% atau kurang dari seperlimanya dari bagian yang satunya, sehingga angka tersebut mengesankan sesuatu yang pas, tidak lebih atau tidak kurang.

Ribet kan? Kalau kamu tekun belajar, suatu saat nanti kamu bisa mengerti. Hanya pakar telematika yang tau artinya.

5. Paham istilah-istilah dalam dunia telematika.

Hafalkan dan pahami istilah-istilah ini di luar kepala kamu:

  1. Meta Data: Data yang tercantum di dalam sebuah file yang berisi mengenai semacam profile data tersebut yang bisa kamu gunakan sebagai barang bukti untuk mengesahkan file tersebut asli atau rekayasa.
  2. Rekayasa: Kata yang menyatakan bahwa file tersebut hasil rekayasa atau tidak asli lagi seperti awalnya. Istilahnya udah diedit gitu. Meta data diganti-ganti, dsbnya. Bisa dilihat apabila warna kulit beda, atau pencahayaan tidak sama pada sebuah foto.
  3. Asli: Ini menyatakan  bahwa file tersebut original dan masih seperti sama ketika dibuat pada awalnya. Tidak mengalami perubahan apapun.

6. Ikut campur urusan orang lain yang bukan urusan kamu

Ini sangat penting karena akan terlihat bahwa kamu sibuk dan peduli terhadap urusan ini. Entah diminta atau tidak oleh yang bersangkutan, tapi nyatakan saja bahwa suatu hal adalah rekayasa atau asli. Semakin banyak kamu mencampuri urusan orang akan menambah tinggi jam terbang kamu di bidang telematika sehingga lebih membuat kamu terlihat sebagai pakar.

7. Maintain public appereances atau publikasi.

Seorang pakar harus sering muncul di publik melalui TV ataupun cetak. Apabila ingin mengesahkan hal tersebut asli atau tidak, panggil infotainment yang banyak. Jangan panggil tayangan berita beneran di televisi berita, karena ratingnya kurang. Infotainment udah paling mantep, rating banyak, ditayanginnya berulang-ulang dan yang nonton ibu-ibu.

Ibu-ibu tersebut akan terpesona dengan kepintaran kamu yang terlihat di TV tersebut sehingga pada berebutan untuk menjadikan kamu menantu dari anak gadisnya. Hahaha…see! Bener kan banyak gunanya??!

Pakar telematika is the new rich-daddy-popular-kids!

Apabila orderan lagi sepi, atau lagi belum banyak kasus video ataupun foto yang perlu disahkan keasliannya, kamu tetap harus menjaga ritme kemunculan kamu di publik.

Nah, bagaimana? Gampang kan? Apabila kamu telah bisa melakukan hal-hal yang MBDC uraikan diatas, maka selamat! Kamu telah menjadi ahli telematika Indonesia!

Anggota Kelompok :

–          MUHAMMAD ALDINO BAHTIAR (11107153)

–          JUJUR SITOMPUL (10107960)

–          MASYUDHA SATRIA SANTIKA (12107153)

–          MELA RUNITA (11107080)

–          MUHAMAD ROHMADONI (11107146)

Sumber Referensi:

http://malesbanget.com/2010/08/cara-menjadi-ahli-telematika/


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: